Sebelah kanan-kiri, tengah jadi sasaran lidah dan bibirnya. “Emmm, pengin nanya aja.”“Enggak kok, aku nggak pacaran sama Nita,” jawabku datar.“Ah, masa. Bokep Viral “Kalau gitu, aku duluan mandi,” katanya sambil menyambar hand-bag dan menuju kamar. Terdengar desahan Mbak Viona, sebelum dia memutar badan menghadapku. Akhirnya aku duduk kembali.“Dik, kamu pacaran sama Nita ya?” tanya Sarah setelah ruangan sepi, tinggal kami berdua. Tapi aku mau lebih. Tangannya meraih rudalku, diarahkan dan dimasukkan ke dalam lubang memeknya.“Oooooooooooohh ,” Mbak Viona melenguh panjang dan matanya kembali terpejam saat rudalku masuk seluruhnya ke dalam memeknya. Sebelah kanan-kiri, tengah jadi sasaran lidah dan bibirnya. Setiap kupercepat lagi, tangan Mbak Viona meraih tanganku lagi, sehingga akhirnya aku mengerti dia hanya mau jariku bergerak pelahan di dalam memeknya.Beberapa menit kemudian, kurasakan Mbak Viona mengangkat kepalaku menjauhkan dari memeknya. Aku jadi ingat Nita. Temen-temen banyak yang tahu kok, kalau kamu suka jalan bareng sama Nita, sering ke rumah Nita,” kata Sarah lagi.“Jalan bareng kan nggak lantas berarti pacaran tho,” bantahku.“Paling juga pakai alasan kuno ‘Cuma temenan’,” Sarah berkata sambil mencibir, sehingga wajahnya kelihatan lucu, yang membuatku ketawa.










