Setelah lilin terbakar, Nyonya Hana lalu memiringkan lilin yang dibawanya dan meneteskan lilin panas yang meleleh di atas tubuhku yang telanjang. Nyonya Hana lalu mendekatiku. Bokep indo Tapi tubuhku terikat erat oleh tali di tempat tidur. Dada, perut dan paha tidak luput dari tetesan cairan lilin panas. Rasanya sakit sekali. Tetapi, itu tidak berlangsung lama. Tubuhku sudah basah dengan keringat dan terasa lemas. Aku menunggu dengan hati berdebar-debar. Dia kemudian memerintahkan aku untuk mengotori seluruh badanku dengan lumpur sungai yang ada di situ. Aku dilecehkan dan dicemooh oleh orang-orang. Tubuhku semakin berkeringat dan menggelinjang menahan panas. Tubuhku yang kotor dan bugil dibakar sinar matahari sepanjang siang itu. Aku hanya dapat berteriak kesakitan dan memohon ampun pada Nyonya Hana. Aku benar-benar merasa sangat rendah saat itu. Nyonya Hana kemudian memberiku makan saat itu. Aku menunggu dengan hati berdebar-debar. Nyonya Hana terus mencambukku sampai sekitar 200 cambukan.















