ah sudahlah, bukan urusanku juga. Bokep Rusia Oohh…benda itu sudah sangat keras dan besar, aku menerka-nerka ukurannya. Jarinya membuka resleting rokku lalu menariknya hingga lepas bersamaan dengan celana dalamku. Entah kenapa ia sangat menyukai bercumbu denganku, aku merasakan di dalam mulutnya masih tersimpan cairan kewanitaanku, kujilat habis cairanku sendiri dari dalam mulutnya, terkadang ia kembali mencumbui leherku dengan penuh nafsu.Saat itu keringat kami telah bercucuran, aku dapat merasakan aroma tubuhnya yang jantan itu. Mereka berdua langsung keluar ruangan. “Ohh…hehe…maaf Non, gak bermaksud ngagetin, cuma patroli aja!” kata pria Ambon berusia awal 40an itu sambil tersenyum, “mau pulang yah Non?”
“Iyah, yang terakhir nih, kalau tutup buku saya yang paling sibuk” jawabku sambil mengunci loker dan memasukkan kuncinya ke dalam tas. “Non juga kepengen kan? Dulu ketika masih in relationship dengan si dia, kami biasanya bercinta habis-habisan, tapi sekali lagi itu dulu…dia sudah tidak lagi di hatiku, dan aku sedang berusaha menghilangkan semua kenangan dengannya.















