Dia kaget, malu, tapi ingin tahu. Kata-kataku membuat gadis itu merasa tersanjung, dengan tidak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum senang.“Udah punya pacar Fan?”, godaku sambil menatap Fanny. Bokep china Usianya baru 15 tahun, kadang sifatnya masih kekanakan. Burungku yang terpercik darah perawan bercampur lendir vaginanya terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik lagi pelan-pelan dan hati-hati. Aku terus mempermainkan buah dada gadis lugu itu dengan bibir dan lidahku, sambil membuka kancing bajuku sendiri satu persatu, kemudian baju itu kutanggalkan, terlihat dadaku yang bidang dan atletis.Kembali ujung bibirnya kukulum, terasa geli dan nikmat. “Jangan nanti dilihat orang”, pintanya, tapi tidak kupedulikan. Aku tertegun sejenak melihat tubuh putih mulus dan indah itu. “Ahh” terasa hangat dan kencang.“Kak.. ahh.. Aaahh.. Dia benar-benar semakin menikmatinya. Dia memberanikan diri meletakkan tangan di atas pahaku. Kemudian dia pamit pulang dan mencium pipiku yang masih berbaring di tempat tidur. Dan mereka mencapai orgasme hampir bersamaan, terasa serdadu menyemburkan air mani hangat ke dalam vagina gadis itu yang masih berdenyut nikmat.Aku mengeluarkan serdadu yang terpercik darah perawan itu pelan-pelan, berbaring di sebelah Fanny dan memeluknya supaya Fanny merasa aman, dia tampak merasa sangat puas dengan pelajaran tahap awal yang kuberikan.















