Saya senang berarti Mba’ Erna menyukainya.Lalu terjadi sesuatu yang lebih dari saya harapkan, tangan Mba’ Erna saat itu mulai masuk ke dalam dalam roknya, dan bergerak-gerak di dalam rok itu.“ Ssssss… Oughhhh… Aghhhhh… ”, desahnya mulai terdengar.Suara Mba’ Erna mendesah-desah , tampaknya merasakan kenikmatan. Bokep ”, tanya-nya.“ Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa ucapku sambil menunjukkan bungkusan Kaset itu ”, ucapku.“ Oh, baiklah ”, ucap Mba’ Erna sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu.“ Eee…tunggu dulu Mba’, ini isinya Kaset, saya mau lihat apa bisa muter nggak di komputernya Mas Andy ”, ucapku mengarang alasan.Sedikit keberatan kelihatannya, akhirnya Mba’ Erna mempersilahkanku untuk masuk, saya yakin dia juga kurang ngerti tentang komputer. Kini dia hanya berCD (celana dalam) dan bersinglet. Sedikit berdebar-debar saya menunggu perkembangan di kamar tetangga saya itu.Saya takut kalau-kalau Mba’ Erna ngomong macam- macam soal Kaset itu, bisa berabe saya. Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mba’ Erna masih tetap menonton. ”, tanya Mas Andy.“ Ooo…itu di Kaliurang km 10 nomor 17, nama perusahaannya PT. Bagaimanapun saya senang, langkah kedua saya berhasil.Hal itu membuat Mba’ Erna tidak bisalagi mencapai klimaks dengan Mas Andy.










