Aku menghentikan kegiatanku, nampaknya mereka kecewa. Bokep indo Evan hanya terdiam kebingungan.Akhirnya kami sampai di sebuah rumah besar banget dibilangan Cilandak, ga jauh dari Chitos. Evan menyentuh pelan tanganku untukmembangunkanku namun aku diam saja. Latihan cheers tadi menguras keringatku jadi seluruh tubuhku basah. “Wan..” seru Evan pelan. Aku diperlakukan bagai Putri. Evan menindihku dari belakang, membuatku ngos-ngosan, akhirnya penis yang masih tertancap itu ditarik oleh Evan, dan ia berguling ke samping. Aku masih pura-pura tertidur, nampaknya evan tahu aku pura-pura, karena aku terkadang mendesah pelan tiap kali ia menyentuhku. Evan hanya tersenyum, lalu dengan penis masih tertancap, ia menyedot-nyedot payudaraku, aku keenakan dibuatnya, sehingga horny lagi. Bukannya aku mencoba menutupi tubuhku tapi malah aku pasang posisi menggoda dan pura-pura tertidur. Waktu hampir sampai Evan memintaku membenarkan pakaianku. Kaca depannya bening sebening aquarium, sehingga siapapun yang melintas pasti bisa melihat perbuatan kami, namun kami parkir agak jauh dan hari itu hari sekolah, sehingga Chitos tidak begitu ramai. Aku cuma tertawa saja, “Da serius, kalau bener bisa dibayar…” evan menghentikan kalimatnya “Kenapa lo mau bayar gw?” kataku cepat..Evan tersenyum dan mengangguk, “Van..buat lo gratis..” jawabku cuek.















