“Kami sebenarnya berlima, tapi tadi waktu di Pos I yg dua nyerah, tu Vera yang ngotot pengen naik, badai2 juga nekat jadinya kayak gitu”kata Ira
“Gawat, perlu perawatan ni, untung masih ringan kalo udah berat waduh susah.Apalagi kalian didasar jurang, dan kabut kayaknya masih lama. aau… aaahhhhh.ahhh..hhhhhh”Vera mencapai klimaks.Vera mengejang kemudian lemas.Peluhku berjatuhan di hawa dingin gunung. Bokepindonesia ” sayup2 terdengar suara cewek.Kami tertegun. “Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”disodokan terakhir kubiarkan batang penisku amblas ke lubang memeknya yang berdenyut2, spermaku memancar membasahi lubang kenikmatan Ira.Kami berdua terkulai lemas.Akhirnya kami bertiga tidur berpelukan dalam kepuasan yang dahsyat.Keesokan harinya sebelum teman2 yang lain bangun setelah membersihkan diri, aku keluar kamar dan berpura2 tidur didepan tv, dan Ira kembali kekamarnya.Dan kemudian kita berpisah setelah saling bertukar alamat dan nomer telpun, pulang ke rumah masing-masih. Sebenarnya dalam kondisi ini Vera sudah pulih dari hypotermia, dan seharusnya aku sudah bisa keluar dari sleeping bag, tapi otak mesumku kembali menerawang.Penisku mulai menegang dihimpit paha Vera,sengaja ku gesek-gesek hingga semakin membesar.















