Tak terlukiskan perasaanku saat itu. Diriku bukan Devi yang dulu. Bokep jilbab Aku tak bisa berpikir jernih! Usiaku 17 tahun. Dengan eratnya aku peluk lengan Angga seakan-akan takut kehilangan dirinya.Tidak seperti biasanya Angga mengajakku putar-putar keliling kota. Angga mendekapku erat-erat dan balas menciumi wajah, leher dan telingaku. Aku bukan Devi yang dulu lagi! Disamping rasa sakit, aku merasakan suatu kenikmatan yang lain. Tapi aku sulit meninggalkannya. Angga juga berhenti dan hendak mencabut penisnya dari vaginaku. Aku malu pada diriku dan pada orang tuaku. Lidahnya memilin-milin klitorisku dan kadang masuk ke vaginaku dalam sekali.Erangan panjang menandakan kenikmatan yang tiada taranya. Cuma aku takut kamu yang nggak mau sama aku karena aku terlalu tua. Sungguh kejam!Aku jadi berangan-angan ingin kembali ke kehidupan lamaku dimana aku belum mengenal narkoba. Rasanya asyik sekali triping dalam mobil yang melaju membelah kota! Napas kita yang mendengus-dengus bersahut-sahutan bersaing dengan lagu house music yang memenuhi ruangan. Bayangan wajah Papa Mamaku berkelebat berganti-ganti dalam benakku. Aku jadi seperti Siska!Aku ingin menangis menyesali semuanya! Dia pura-pura tidak tahu aku marah padanya. Kristian pacarku dengan setia berada disisiku. Aku duduk di dipangkuannya dan memegang penisnya yang keras.“Lho, sejak kapan celana dalammu lepas? Aku pun mulai melunak. Aku tidak dapat menebak apa










