Di luar sepi-sepi saja, hanya ada satu dua orang yang sedang berbelanja. Aku sudah siap dengan kartu kreditku, namun sebelum kartuku diambil oleh sang kasir, Kelvin dengan kilat mengambil kartuku, menukarnya dengan kartu NM-nya dan menyerahkan kepada kasir. Bokep terbaru Take your time.”
“Iya deh. Aku tidak tahu bagaimana tampangnya, tapi pada saat itu aku merasa aku lebih baik darinya. Itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua burger. Aku langsung menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan dekatku. Aku marah dan pergi meninggalkan rumahnya. “Khristi, nanti kita lanjutkan di rumahku, setelah dinner.” katanya sungguh-sungguh.Kelvin keluar dulu. Untuk beberapa saat dia hanya merangkulku, kurasakan dadaku yang tidak terbungkus menempel di dadanya. Sekarang setelah bertemu satu kali saja, dia sudah mulai menggerayangi tubuhku. Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. Aku berucap,
“Inilah gaun yang kupilih.”
Sepertinya dia tidak tahu mau bicara apa. Sampai akhirnya aku memutuskan Jumat malam akan kubeli saja karena tidak ada yang lain yang lebih menarik. Kapan kita lunch bareng?”
“Waduh, aku sibuk banget minggu ini.”
“Gimana kalau besok. Dia kuat makan dan minum. Aku harus menjemput mobilku dan pulang ke rumahku sendiri. Aku serius!” Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya















