Setelah agak berkurang denyutan penisku, segera kubenamkanlagi dalam memek Sukma.Bukan main, remasan dan sedotan memek Sukma. Bokep India Dian pergi dariku denganmembawa benih anaku di rahimnya.Musnah sudah impian dan harapanku untuk membina rumah tanggadengannya. Akuteringat momentmoment yang pernah kami jalani di salah satu kamar di rumah tanteHani.Di salah satu kamar di rumah tante Hani itulah kami biasa mengumbarnafsu kami, saling menumpahkan rasa rindu kami, sudah tak terhitung lagi barapabanyak aku menyenggamainya menumpahkan segenap rasa dan nafsuku, dan sebanyakitu kami berhubungan tak pernah sekalipun kami menggunakan alat kontrasepsi,baik itu kondom, spriral, tablet atau sebangsanya. Cantik dan sexy banget bodynya. Kesempatan itu tak kubiarkan lewat begitu saja, segera aku sambarpinggangnya dan kucium lumat mulutnya.Kami berciuman agak panjang, lidah kami saling beradu dan memilin,sementara sigap tanganku menggerayangi dan meremas pantat Sukma. Sambil terisak Dian akhirnya memutuskan untukmengakhiri hubungan kami, saat kuingatkan bahwa dirahimnya ada benih anakku,Dian menjawab biarlah.., ini sebagai tanda cinta kasih kami berdua.., Dian kantetap memelihara kandungannya dan akan membesarkan anak itu dengan kasihsayangnya.Beberapa saat kemudian aku berpamitan, dengan berat Dian melepaskanpelukanku, namun sebelum kami berpisah sekali lagi Dian memintaku untukmenemaninya.















