Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru.“Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Bokep jilbab Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga.Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Maafkan mereka, Nak..”, katanya dengan nada sedih.“Bapak kenal dengan mereka?”, tanyaku.“Bukannya kenal lagi. Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.“Lagi ada yang ditunggu?”, tegurnya tiba-tiba.Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Sementara dua orang gadis lainnya yang kutahu bernama Rika dan Sari terus menerus menciumi wajah, leher dan sekujur tubuhku. Bahkan dia memberikan satu stel pakaian, dan membantuku mengenakannya.“Tunggu sebentar, Bapak mau ambilkan makanan”, katanya sambil berlalu meninggalkan kamar ini.Dan memang tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya yang mengundang selera. Tapi justru membuat pergelangan tangan dan kakiku jadi sakit. Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi.Aku benar-benar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya. Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi.Aku benar-benar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya.















