tak jadikan rendang..!” sekarang dia mengancam dengan segala jenis masakan yang dia ingat. Kecil dan halus, seperti berbisik. Bokep china Dia mengangguk, mengulang lagi kata-katanya yang bego tadi: “inggih Mbah, kulo nderek kemawon..”. Matanya jelalatan ke kiri kanan. Mereka kaya-kaya lho. Kubuka pintu kamarku dan aku memanggil salah satu tukang ojek yang mangkal untuk mengantarkannya pulang. Aku pura-pura menghela napas penuh simpati. Di remas-remasnya rambutku dan setiap kali kepalaku agak merenggang, ditekannya lagi ke kemaluannya.Jangkrik, pikirku. aku ora ngerti.” Si warok itu tampak semakin marah: “kemarin malam! Tetapi kulihat si Warno sekretarisku menghampiri: “ada pasien satu lagi mbah” bisiknya: “cah wadon (anak perempuan) huayuu banget”. karena sudah terbelit nafsu aku sampai tidak menanyakan pertanyaan pertanyaan standar seorang dukun: rumahmu dimana, bapakmu siapa..Ah, aku menggeleng. Tambah kugoda lagi (meskipun tetap dengan mimik muka serius, bahkan penuh belas kasihan): “coba to ceritakan yang jelas, seperti apa yang dilakukan si Kasno dalam mimpimu itu?”Akhirnya si Suminem ini tampaknya berhasil menguatkan hatinya. Waduh, hebat banget si geNduk ini.Meskipun tetap dengan gaya malas, seperti setengah sadar, dia mulai menyedot nyedot kemaluanku dan lidahnya secara reflek juga bergerak-gerak menyelusuri batang kontolku.















