Aku hanya bisa terdiam terpaku. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Bokep Indonesia “Eriik!! Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Aku lumayan capek, tapi aku senang. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Kamu itu perempuan apa??!! “Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka.















