Setelan itu jelas terlihat mahal. Bokepindonesia Beberapa saat kemudian Om Ridwan dan Cinta meninggalkan counter ponsel itu. Sebagai salah satu pejabat negara di Kementerian Pendidikan, Om Ridwan memang memiliki banyak kenalan dikalangan pimpinan universitas di Indonesia. IPK-nya disetiap semester hampir tak pernah dibawah 3,0. Ia pun terus melanjutkan langkahnya menuju resepsionis. Sekilas dilihatnya jam di dinding hampir menunjukkan pukul 1 siang. Berprofesi sebagai wanita panggilan kelas atas justru menguntungkan bagi Cinta. “…Dan soal kamu, Om sudah dengar langsung dari Om Rudi”. “Hayo pasti browsing situs porno ya? “Hhmm.. “Ah, mereka bisa nunggu”. Om Ridwan mengangguk. Itulah persyaratan yang ditetapkan Cinta. “Ih Om genit…”, Cinta menyubit pundak laki-laki paruh baya itu. Ia berusaha memalingkan wajahnya, walaupun ia tahu kalau usahanya itu pastilah sia-sia belaka. “Masih belum ngerti sih Om, tapi mirip-mirip kok sama versi lamanya”. Sekilas dilihatnya jam di dinding hampir menunjukkan pukul 1 siang. Bayi besar bernama Om Rudi.“Om masih boleh kan nelpon kamu lagi?”. Tidak ada ekspresi bosan ataupun kesal yang muncul di wajah Om Ridwan, sebagaimana yang ia harapkan.















