Ekspresi laki-laki itu mendadak berubah tegang. Om Ridwan adalah ayah dari Felisia, sahabat karibnya di kampus. Bokep Live Tapi sebagai gadis yang sudah makan asam garam, ia tahu pembicaraan ini pastilah basa-basi belaka. Dimata Cinta yang utama adalah si ‘klien’ bisa memenuhi standar harga yang ditetapkannya, itu saja.“Kamu tunggu sebentar, biar Om nyelesaiin administrasinya dulu”. Uang sebesar itu ternyata tidak menjadi masalah besar untuk Om Ridwan. Laki-laki yang begitu ia hormati dan telah ia anggap ayah kedua baginya, kini telah mengetahui rahasia terbesarnya. “Cinta udah di lobi nih Om”. Tatapan nanar ke arah kedua pahanya. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Setelah lama dalam kebisuan Cinta pun menjawab, “Tapi gak murah lo Om”. “Sama dong, gue juga habis nyoba rekomendasi temen”.Detik ketika mata laki-laki itu menatap ke arahnya, ibarat petir di siang bolong bagi Cinta. Profesi ini sudah ia jalani cukup lama, hampir sejak awal ia mulai menyandang gelar sebagai mahasiswi.















