Aku menggigit bibir, ketika usapan lembut dari tissue yang dilakukan Jenny pada bibir vaginaku, membuatku kembali terangsang. Bokep Viral kuberikan perlakuan yang sama kepada penis Dedi seperti tadi aku memperlakukan penis Pandu dan pak Edy.Dedi pun tak kuasa bertahan, ia mengerang dan melolong tak kuasa menahan nikmat. Juga aku mengenakan bra, baju dan rok seragam sekolahku. Entah kenapa, aku menginginkan penis ini mengaduk tenggorokanku, dan aku sedikit mendongak, memberikan jalan pada penis ini untuk menembus rongga tenggorokanku. Aku berulang kali mendesah dan merintih tertahan.Rasa sakit yang tadi sempat sedikit melanda liang vaginaku, sudah berubah menjadi rasa yang teramat nikmat. Aku dan Jenny sudah akan keluar menuju ke kantin, ketika tiba tiba aku melihat pak Edy masuk.“Eliza, selesai istirahat, temui saya di ruangan saya. Lalu kuangkat rok seragam sekolahku, dan kupasang ikat pinggangku.“Jen.. “Iya deh El”, kata Jenny sambil tersenyum menggoda.Aku duduk di WC duduk ini, dan menuntaskan keinginanku buang air kecil. Aku tenang saja, toh tak ada orang di sini, setidaknya itu menurutku. Selain itu aku juga takut ketahuan kalau berlama lama mengintip. Pandu mulai menggenjot liang vaginaku lagi. Aku mulai menderita dalam kenikmatan yang amat sangat ini, keringatku makin bercucuran membasahi sekujur tubuhku. Pak Edy yang dari tadi memandangiku tiba















