Disinilah saya mulai melihat adanya kesempatanku untuk turut melsayakan tumpangsari pada Mba’ Erna.Ditambah lagi, kejadian itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 7 menit. Bokepindonesia Tanganku memegang pinggul Mba’ Erna, membantunya badannya untuk naik turun.Kepala saya kini dihadapkan pada dua buah dada montok yang segar dan berayun-ayun akibat gerakan kami berdua. Kisah ini berawal dari sore itu, saya terbangun. ”, tanya saya.“ Oh… nanti saya disuruh ke sana lagi, besok untuk interview Wan ”, ucap mas Andy.“ Alhamdulillah, saya doakan supaya keterima ya Mas ”, ucapku berbasa-basi.“ Terima kasih ya Wan ”, ucapnya.Setelah berbasa – basi cukup lama, sayapun permisi,“ Eehh… nanti dulu, kamu khan belum minum ”,ucap Mas Andy berusaha mencegahku.“ Ayo Mah buatkan air minumnya dong ”, perintah Mas Andy me-nyuruh istrinya.Saya menolak dengan halus,“ Ah nggak usah Mas, saya sebentar aja kog, soalnya saya ada urusan ”, ucapku berpura-pura.“ Oh baiklah kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya ”, ucap Mas Andy.Saya tersenyum mengangguk, kulihat Mba’ Erna tidak jadi membuat minuman. A, nggak jauh kok Mas ”, terangku.“ Syaratnya apa aja ya Wan kira-kira ? Kulihat jam di dinding dikamarku menunjukkan pukul 16.00 WIB.Pada sore hari itu saya iseng-iseng untuk memanjat dinding tembok pembatas kamarku, dan kamar sampingku















