Si Kumis bahkan menyumpal mulut saya dengan celana dalam Felia agar saya tidak bisa berkata2. Bokep Indonesia Nampaknya semuanay ini sudah mereka rencanakan.“Akhirnya kita dapet amoy sombong ini! Ia kemudian membuka tas si Hitam dan mengambil sebuah cambuk kulit. Terlihat bekas merah di pantatnya yang putih mulus itu. Mereka lalu menutup pintu rapat-rapat. Biar bapaknya liat, apa akibatnya kalo kurang ajar sama kita!” kata si Hitam. Si preman melirik foto keluarga saya di atas meja.“Boleh, utang lo gua potong setengah, tapi anak gadis lo yang gede buat gua!” ujar si preman yang berkulit hitam.“Jangan! Dengan kasar mereka melucuti pakaian Felia dan melemparnya ke arahku. Kami diwajibkan membayar sejumlah uang sewa setiap bulannya. Lagipula dia sudah tidak perawan.” kataku, berusaha untuk berbohong.Si hitam hanya tertawa mendengar kebohongan saya. Lalu tiba2 si Hitam memberi tamparan keras pada belahan pantat Dian yang sebelah kiri. Kemudian dengan kasar ia merobek kaos yang dikenakan Dian dan melemparnya ke mukaku, demikian juga dengan celana pendek yang telah ia peloroti dengan paksa. Biar bapaknya liat, apa akibatnya kalo kurang ajar sama kita!” kata si Hitam. Tapi karena kita disini cuma buat kasih pelajaran sama lo, maka gue akan ikutin kemauan lo!















