“Ooohh… La.. Bokep terbaru Waduh nangis ini anak. agak sakit La, Iyan masukin pelan-pelan yaa sayang,” sambil merayu kulumat bibirnya lagi.Setengah kepala si kecilku sudah mulai masuk liang Lala. Dari belakang bongkahan pantatnya yang masih pakai celana capri yang tadi itu melenggok-lenggok yang ternyata tidak ada lipatan celana dalamnya (belum pakai CD nih do’i). Ada tiga cewek yang cute juga sih ikut di belakang Lala (sumpah aku tidak naksir salah satunya kok, ketiganya mungkin hehe.. Tubuh Lala pun menggelepar-gelepar (sampai bunyi kedombrangan itu kap mesin Escudo) sambil melingkarkan kaki jenjangnya yang dialasi sepatu sendal bertali dengan hak 5 cm di pinggangku, kulumat kembali bibirnya yang megap-megap merasakan kenikmatan dari bawah tubuhnya (baca: si sempit). Sejenak aku pelototi keadaan kap mesin Escudo itu, “Gila! cairan dan bercak darah perawan Lala ada juga di atas kap mesinnya (hehe.. entar Lala jangan dipelet yah!”
Ih gemes aku melihat do’iku yang manja banget ini. Sebelum mereka masuk meninggalkan aku dan Lala sempat juga aku dengar mereka cekikan (hehe… performanceku memang tidak mengecewakan).Setelah 10 menit aku pamit pulang. Dan mas penjaga tadi mungkin akan tahu deh apa yang sebenarnya terjadi waktu itu kalau dia baca juga tulisanku ini).















