Jendela kamar yang dilapisi kertas hitam membuat cahaya matahari sulit tembus.Sayup-sayup masih terdengar suara mereka di ruangan tengah. Sayang..” desisan keluar dari sudut bibirku. Bokep terbaru Sampai akhirnya Okta menghentikan ketiga serangannya, yang memberikanku kesempatan mengatur napasku yang sudah kembang kempis.Kali ini Okta mengangkat kaosku, dan melepaskannya melalui kepalaku. Suharti, menaikkan 2 orang. Aku berdiri, dan menuju ke kamarku.Okta tidak beranjak, matanya menatap TV, seolah asyik mengikuti jalan cerita film tersebut. Aku bergegas menurunkan dasterku, dan kembali mengambil posisi duduk di samping Okta, menonton film di HBO, yang entah apa judulnya.Ternyata adikku pulang, seketika itu juga, seorang dayang bangun, membuka pintu dan mengambil tas kuliahnya. Lidah yang saling dorong di antara jepitan bibir kami membuatku sungguh melayang, membuat kemaluanku terasa lembab.Tangan Okta mendorong tubuhku, dan membalik badanku, sehingga aku berdiri membelakanginya. Sebuah sentuhan ringan yang sungguh membuatku makin melayang.Gesekan itu makin membuatku ketagihan, sehingga aku melakukan ritual melepas celana panjang secara perlahan, sambil menggerakkan pinggulku, berharap ada jari Okta yang kembali tersesat ke jalan yang benar.















