Pernah ketika kutanyakan, kemana saja kalau pulang terlambat. Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir. Bokep Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum,“Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung menemani Mbak.” Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liar matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku.“Bambang tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Toh dia juga yang membelikan gelang itu.Aku memang diajarkan untuk menemani suami dalam suka maupun duka. Setelah selesai makanMas Bambang langsung mandi dan masuk ke kamar tidur, aku menyusul masuk kamar satu jam kemudian setelah berhasil menidurkan Rizal di kamarnya. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Rizal anak kami. “Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Aku makin tidak enak hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menahan diri, karena Mas Bambang berutang uang kepadanya.Dalam hati aku berdoa agar Mas Bambang cepat pulang ke rumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya. Dia menagih utang, dan aku hanya sanggup membayar setengah dari keseluruhan utangku.Kemudian setelah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaku untuk melunasi hutang-hutangku dengan sebuah syarat”, ucap Mas Bambang.










