Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Bokep “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya.















