“Sorry Pak, aku nggak sabar menunggu sampai nanti malam, jadi iseng aku mampir kemari sambil menunggu Bu Ennie di-make up di kamar pengantin,” sapanya. oohh God.. Bokepindonesia Ternyata usulan Tomi lebih gila lagi, dia akan mengajak Papanya untuk bergabung bersama, kemudian Tomi menghampiri ayahnya, mereka terlihat berbicara serius sambil berbisik seolah tidak mau menarik perhatian undangan lainnya. “Istriku sudah menghubungi Bapak?”
“Ya tadi siang, dan dia minta syarat yaitu dia mau menemani semalam tapi sebelum aku bulan madu dengan Bu Lisa,” katanya sambil mengambilkan orange juice dari lemari es. “Kita pindah ke kamar yuk! terus Mas ya.. “Saya sudah clarify dengan Internal Audit mengenai hal itu, dan semua keputusan kembali ke Bapak, jadi saya menunggu guidance dari Bapak,” jawabku lirih sambil melihat ujung sepatuku. “Semua keluarga nginap di sini?” kataku to the poin untuk memancing pembicaraan. oohh.. Aku segera mengambil kursi di samping ranjang untuk segera menikmati pertunjukan ini, tanpa sengaja tanganku mulai meremas-remas kemaluanku sendiri yang dari tadi sudah basah, hasrat untuk memasukkan alat kemaluanku ke mulut Tutik yang seksi itu ternyata belum kesampaian.Sementara Tomi masih berdiri terpaku entah karena melihat bagaimana Papanya dilayani oleh istrinya atau karena hasrat untuk menikmati istriku tertunda dan didahului oleh Papanya.Kedua bidadari itu berganti














