Tuh jadi kotor bajunya,” wanita yang agak gemuk menyodorkan tisue kepadaku.“Ohh, nggak apa Mbak, makasih ya,” kuterima tisue pemberiannya dan membersihkan lengan bajuku.“Maaf, susu apa maksud Mbak?” aku bertanya.“Hik.. Mass hengg,” Maya meracau sambil menggenjot pinggulnya naik turun dengan posisi
jongkok diatasku. Bokep jepang Kuputar
lagu-lagu melankolisnya Katon Bagaskara di VCD Player sambil kunikmati berbaring dikasur kamarku.Foto Lusi kupandangi, pacarku itu sudah tiga minggu ini pindah ke Jakarta, bersama pindah tugas
bapaknya yang tentara. Jam
3 sore aku sudah menyelesaikan laporanku yang menumpuk, dan aku langsung pulang kekontrakanku.Oh ya umurku saat itu sudah menginjak 28 tahun, aku coba mandiri merantau dikota kembang ini. Sedangkan Wati,
bernasib sama. Setelah itu, aku rebah dikasurku dan Maya segera mengulangi aksinya
menjilati, menghisap penisku yang semakin mengeras.Maya bagaikan serigala lapar yang mendapatkan daging kambing kesukaannya. Wati yang langsing juga tersenyum. Nanti pusing lagi loh,” Maya seperti tak puas, Wati pun menimpali.“Maksud saya jangan kita lakukan disini, takut kalau ketahuan Pak RT. Saya sudah sarapan kok,” jawabku, Ibu itu pun berlalu, setelah sempat
menawarkan menu pada dua wanita muda dihadapanku.“Hm maaf Mas, apa tidak mau coba susu kami?” sebuah suara wanita mengejutkan aku.Hampir saja aku tersedak kopi yang sedang kuseruput dari cangkirnya, sebagian kopi malah tumpah
mengotori lengan bajuku.“Duh maaf, kaget ya Mas.










