Dan nggak di semua tempat kami bisa mendapat penonton yang bersedia membayar, kadang-kadang kami malah diusir atau dihardik. Aahh… jangan!!”Seperti kesetrum saya waktu itil saya ditowel dan dikocok jari-jari Juragan. Indonesia bokep Juragan selama ini kesepian, dan kehidupannya cuma ngurus toko beras saja.Saya jadi kasihan sama Juragan, ternyata beliau sendirian juga seperti saya. Saya barusan serahkan keperawanan saya ke Juragan… ditukar uang kontrakan tiga bulan. Saya pikir, itu sih pinter-pinternya Simbok mendandani saya aja. Dua bulan kami menetap di dekat Pasar, musibah datang lagi. Kenapa ini… kok badan saya bereaksi seperti itu?“Ooh… heehhh… aduh Juragan… kena…pa ini?” saya meracau, bingung dengan badan saya sendiri.Saya belum pernah disentuh orang di bagian situ. Nggak susah kok, cuma bibir ketemu bibir.”“Eh… kalau cium bibir saya belum pernah, Juragan… paling-paling cium pipi, cium tangan…”“Ya udah, nggak apa-apa! Bibir juga dikasih gincu warna merah mentereng. Simbok akhirnya nekat mengajak saya pindah ke Ibükota mencari penghidüpan“Denok, kita ndak bisa apa-apa lagi di sini, di kota kita bisa coba cari uang, mudah-mudahan di sana mendingan daripada di sini,” kata Simbok.Saya cuma lulusan SMP, Simbok lulusan SD. Seumur-umur belum pernah ada orang yang bilang itu ke saya… Jantung saya deg-degan mendengarnya.










