Kutarik tangannya ke selangkanganku. Bokep Aku benar-benar tidak kuat untuk stir mobilku. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Dengan janji kami jalan bareng lagi. Sejenak aku linglung. Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. Bule-bule itu minum dan tertawa, ditemani wanita mereka yang tidak kalah menggelikannya. Hanya bosan. Akhirnya dapat ditebak. Setelah tarik urat syaraf sebentar karena kartu ajaibku tidak mau digesek, akhirnya aku terbebas setelah mereka mengawalku ke mesin ATM di Sarinah bawah. Aku tertidur.Jam 8 pagi aku terbangun. Hampir setengah lusin dengan perbandingan yang tak jelas antara pria dan wanitanya.Felly akhirnya turun dari mobil dan berjalan ke arahku. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Yang jelas semenit kemudian ia telah kembali dan berusaha merangkulku. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. Aku benar-benar tidak kuat untuk stir mobilku. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat.















