Aku bergidik ngeri melihat pisau segede itu. Indonesia bokep Tapi entah kenapa, sesaat aku tadi horni melihat gadis itu meronta kehilangan nyawanya.“Hehehe, bagus sekali Mita… kamu berbakat… Nah… sekarang kamu lanjutkan… keluarkan organ dalamnya” suruh pak Jun kembali lanjut menciumi dan menggerepeku.“O..oke…” jawabku.Begitulah, pak Jun terus menggerepeku dan mengajakku berciuman saat aku melakukan intruksinya. Malah aku yang kesal karena sebenarnya aku nikmatin banget disodori penis rame-rame gini, ugh!“Simulasinya belum selesai, Mita… jangan godain mereka dulu… ntar kamu aku bunuh lho…” ancam pak Jun dengan maksud bercanda.“Ish… Mita gak godain kok… emang salah Mita ya karena punya badan yang nafsuin dan wajah cantik? Aku mulai dilarang berpakaian. Pokoknya seluruh tubuhku penuh oleh liur dan cupangan mereka. Sepertinya mereka memang tidak berniat untuk menyimpanku untuk terus disetubuhi dalam waktu yang lama. Salah seorang temannya kemudian menyiram vaginaku, selang itu hanya sedikit masuk saja ke vaginaku, semprotannya lumayan kencang. Begitu pintu dibuka aroma darah langsung tercium. Pisau itu kemudian ditempelkan di leherku lalu digoreskan ke leherku, tapi dengan bagian yang tumpul, bukan dengan bagiam mata pisau yang tajam. Benar-benar biadap pria ini. Oh Tuhan… Apa yang sedang ku lihat ini!? Temannya yang satunya memasukkan selang itu dengan paksa ke lubang anusku.











