Air mataku terus bercucuran, aku bersimpuh diantara tembok rumah sakit, gak peduli lagi dengan pandangan orang-orang yang iba terhadapku.Bodoh…bodoh…bodoh, seharusnya aku menjaga Sava sampai ke tujuan, seharusnya aku aaaaaaakkkkkkhhhh. Bokep mom Membiarkan kedua bibir kami saling mengecup dan kedua tubuh kami saling mendekap.“Hhhmmmmmm,” seolah ada yang menuntun kami untuk berpagut lebih dalam, bibir kami mulai saling bergerak-gerak, lidah kami mulai bermain saling membelit.Aku membuka sedikit mataku, Sava masih terpejam, pelukannya semakin erat bahkan jari-jari lentiknya mulai mencengkram pundakku. Buru-buru aku mengambilkan air untuknya.Setelah beberapa saat, dia mulai dapat mengendalikan dirinya, lalu menatapku yang masih dalam keadaan tanpa busana. Sava sedikit tertawa merasakan geli yang dihasilkan lidahku.Tak lama tanganku menurunkan celana ketat lengkap dengan dalemannya. Bulu-bulu halusnya aku kulum lalu aku tarik pelan. Hanya senyap dan pekat yang tersisa. Aku langsung letakan daun pisang di samping kursi, sepertinya aku gak ada niat buat membuang daun pisang ini.Sava pergi sebentar menuju sebuah ruangan, tak lama dia datang dan sudah berganti pakaian.










