Perasaannya terhadap Tessa, kejadian tadi di cafe, persetubuhannya dengan Susan, kata-kata Susan tadi. Sebotol wine masih berdiri di atas meja, di sampingnya ada sebotol Black Label yang masih setengah penuh, diambilnya botol itu. Bokep mom Andre menyebut sebuah Cafe yang terletak di daerah Kuningan, tempatnya biasa menghabiskan malam, dan uang,tentunya.“Uhhmmm…… nggak deh. Mukanya terasa panas, jantung dan pelipisnya berdenyut keras, mulutnya terasa kering, pandangannya mengabur.Lampu spot-light warna warni dan lightning berpendaran membuat gerakan di sekelilingnya bagai film yang diputar dalam adegan lambat. Tangannya meremas lembut payudara Susan yang kini tinggal mengenakan celana dalamnya. Si empunya leher dan payudara itu sendiri kelihatannya menanggapi dengan agak dingin perlakuan tersebut.Pandangannya kosong, menerawang seakan-akan Ia tidak berada disana.Nick merasa hatinya tercabik-cabik. Mengapa hatinya panas setiap kali ada pria yang memandang Tessa penuh nafsu? Halusnya kulit punggung Susan terasa bagai sutra di jemarinya.Dada Susan lembut menekan dadanya sendiri, mengalirkan kehangatan yang tak asing lagi di tubuhnya. I’m cumming……, ohhhhhhhhhhhh.”Seiring dengan itu Susan menjerit panjang, Ia dilanda orgasmenya yang kedua, lebih panjang, lebih nikmat, meledak dalam kontraksi otot-otot vaginanya yang membuat Nick mencapai orgasmenya dalam waktu yang hampir bersamaan.“Ooooohhhhhhhh!!!” tubuh Nick menegang, kemudian ambruk, lemas, disamping tubuh Susan.Basah oleh keringat, tangan Susan membelai dada Nick.















