Tante Ratih. Walau umur mereka berselisih barangkali 15 tahun, tapi mereka itu cocok satu sama lain. Bokep terbaru Jangan buru-buru seperti tadi.”
“Iya Tante, janji”.Dan kamipun melakukannya lagi. Segalanya indah. Aku datangi terus Tante Ratih yang biasanya berhelah menolak tapi akhirnya mau juga. Selesai acara musik kami lanjutkan mengikuti warta berita lalu filem yang sama sekali tidak menarik. “Kamu mau nanggelin Dit?” dalam gelap kudengar dia menahan tawa. “Seandainya kau tahu betapa ******-ku lebih keras lagi sekarang ini,” kataku dalam hati. Tertahan celana dalam saja bisa menyebabkan aku merasa tidak enak bahkan kesakitan. “Ya saya tidur di bawah”, kataku. Aku memperlambat lalu menghentikan kocokanku. “Didit, kamu kok pendiam sekali? Aku mereguk ludah, kontolku kontak berdiri. Posisiku adalah kiri luar. “Maafkan Tante”, bisikku di telinganya. Cahaya kilat dari kisi-kisi di puncak jendela membantu aku menemukan keberadaannya dan dia membimbing aku masuk. Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi.















