Kedua tangannya mengelus-elus tubuhku.Enak saja Dodi mengangkat-angkat tubuhku yang beratku hanya 53 kg sementara Dodi berat tubuhnya berkisat 79 kg. Bokep indo Aku memberinya lotion. Pelukan yang tak pernah aku rasakan dari almarhum suamiku. Dodi memelukku dari sisi kiriku. Dodi membopongku ke kamar mandi dan menceboki vaginaku, lalu dia mencuci penisnya. Dengan telaten, dia mengganti pembalutku. Kujepit pinggangnya dengan kedua kakiku. “Mama… mama cantik sekali. Nikmat sekali, sayang!”“Ayolah, Dodi sayang. Izinkan aku mengurusmu,” katanya lembut. Aku membalas kecupannya dengan hangat. Aku tak tahu harus berbuat apa, selain menikmatinya. Aku meneteskan air mata.“Ayo jawab, sayang…” katanya berbisik di telingaku.“Aku terima maharmu dengan tubuhku sendiri,” kataku latah.Dodi tersenyum manis dan aku juga tersenyum. Untuk mama, aku akan siap terus melayani,” katanya. Aku mendekatinya, dengan maksud agar dia tetap hidup semangat menghadapi semua ini.Jika pagi, kami selalu berdua di rumah. Usai makan, kami langsung mencuci mulut dan menyabun tangan kami di kamar mandi.“Ma, aku sudah gak tahan,” katanya merengek, persis rengekan anak SD.Aku tersenyum. Aku mengganti pembalutku. Dia mendatangiku dan menyeruput kopi panas yang tersedia di meja kecil dekat kursi malasku. Kata nafsu lagi membuatku menyesal, karena memang itu yang kutakutkan, aku takut bernafsu lagi.



