Seseorang melap wajahku, menyeka sisa-sia sperma yang hinggap tadi, lalu melap permukaan vaginaku, ternyata si pemerkosa pertama tadi, dan kurang ngajarnya ia menggunakan celana dalam untuk melakukan hal itu. Aku pun merintih keras karena juga tak mampu menahan orgasme yang melanda liang senggamaku, meremas-remas pelan batang kemaluan anakku sendiri. Bokep china Kos-kosan itu ternyata berisi rekan satu profesinya. Ujarnya sambil terus berusaha menciumi wajah dan bibirku, lidahnya mendesak-desak untuk masuk ke dalam mulutku. Mataku yang sembab, tubuhku yang basah oleh keringat, bercak-bercak merah bekas gigitan dan cupangan kecil di sekitar payudara dan pahaku. Tangan pemuda itu memaksa pahaku terbuka dibantu dua lututnya yang kini berada di antara kedua pahaku itu…dan satu sentakan benda keras dengan kasar memaksa masuk mulut vaginaku membuatku terbelalak dan nyaris pingsan, rasa sakit yang ditimbulkan sebanding dengan sakitnya bathinku karena harga diri dan kehormatanku direnggut paksa pemuda yang kuperkirakan temannya Randy, anakku. Lalu aku mulai berhenti meronta. Samar-samar dari kejauhan datang sesosok manusia yang berjalan terus mendekat, ternyata seorang pria muda tampan nan gagah…telanjang. Ia memutar paksa tubuhku hingga tengkurap, lalu menarik pinggangku ke atas, tanpa perlawanan aku segera mengikuti apa maunya, tak perlu IQ lebih untuk menebak kalau ia ingin menyetubuhiku dari belakang, dulu aku juga










