Mendadak jari tanganku dingin semua. pintanya.Aku membalikkan badanku. Bokep terbaru Pasti terburuburu. Ataujanganjangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya purapura masuk. Aku mengurungkan niatku. Angin menerobos dari jendela.Masih ada waktu bebas dua jam. Angin meneroboskencang hingga seseorang yang membaca tabloidmenutupi wajahnya terganggu.Mas Tut.. Pintu salonkubuka.Selamat siang Mas, kata seorang penjaga salon,Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?Massage, boleh. Ia masih dingin tanpaekspresi. Paling tidak ada untungnya juga ibu menyuruhbayar arisan.Mbak Wien.., gumamku dalam hati.Perlu tidak ya kutegur? Lalu menyentuh Junior dengan sisi luar jaritangannya. Aku pertegas bahwaaku mengendus kuatkuat aroma itu. Wanita muda itu sudah keluar sejakmelempar celana pijit. Ia kerja di sana? Keras sekali.Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.Ia berdiri. Ya tidak apaapa,hitunghitung olahraga. Comeon lets go! Aku masihmematung. kataku.Ya itu.Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik ditelingaku di atas ranjang yang putih. Lihatlah iatadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Aku masih di atas angkot.Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku.Masih menutupi diri dengan tabloid. Iamenurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulkutersentuh. Ciut. Wanita muda itu sudah keluar sejakmelempar celana pijit. katanya lagi seperti iri padaWien.Aku mengambil pakaianku.















