Sesampainya diruang tengah aku kaget luar biasa. Bokep jilbab “Wah gila ya kalian” kataku. Siska membuka matanya memandangku, seperti tidak rela ciumanku berpindah dari dadanya. Aku sampai tidak bisa bergerak sambil mulutku ternganga melihat adegan didepan mataku. Pentil hitam Siska sungguh menggoda, aku tak puas-puas menyedotnya, dan Siska cuma melenguh-lenguh kecil sambil menutup matanya. “Apalagi gini” lanjut Melly yang kemudian mencium bibir Hadi. Tanggannya mendorong kepalaku, tapi pahanya menahan kepalaku, he..he..he.. Aku tahu sebenarnya dari dulu Melly suka padaku, tapi aku gak pernah merespon dia. Cukup lama aku menjilati klentit dan diding vagina Siska. Aku mengangkat badanku sedikit dan mengarahkan penisku kememeknya. Aku mengarahkan penisku ke memeknya. Aku berbalik dan melihat Siska dengan muka memelas. Tidak terlalu sulit untuk mengarahkan, sebab tak lama penisku sudah digerbang memeknya. “Hadi gak pa-pa ?” tanyaku ke Melly. Siska cuma bisa memandangku yang sedang hebat memompanya sambil melenguh-lenguh kecil. Tanganku terpaksa menahan pantatnya sebab pinggulnya tidak mau berhenti bergerak kekanan kekiri. “Ri, kita ke ruang depan aja yu” Ajakku ke Siska yang masih bengong. Sebenarnya kata-kata Siska gak punya arti apa-apa, tapi yang pasti setelah itu aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan kami mulai frech kissing sambil berdiri.















