Seketika semilir angin malam yang dingin menyergap kabin mobil, diimbuhi aroma laut yang khas langsung menggelitik indera penciuman. AC mobil sengaja kumatikan, Jendela serta sunroof mobil kubuka. Bokep china Wajahnya ternyata cukup menarik, kulitnya putih dan hidungnya lumayan bangir. Saya juga kurang paham, ini mobil saya pinjam dari pakde saya.”“Bapak dari mana dan mau ke mana,” aku kembali bertanya padanya.“Saya dari Nganjuk menuju Lombok pak.”“Wah masih jauh,” ujarku.“Iya, saya tinggal di Lombok, ini habis dari Nganjuk menengok ibu saya yang sedang sakit.” Ia menerangkan perihal perjalanannya.“Kalau bapak menuju ke mana?” Ia balik bertanya kepadaku.Belum sempat aku menjawab pertanyaan bapak tadi, kulihat istrinya, wanita yang tadi sempat kukagumi parasnya yang elok, keluar dari dalam warung dan menghampiri kami yang tengah berdiri.“Assalamualaikum.” ia mengucapkan salam dengan takzim.Suaranya begitu merdu terdengar di telingaku, kombinasi yang sempurna, bersanding dengan parasnya.“Waalaikumussalam.” aku dan bapak tadi menjawab salamnya bersamaan.“Bagaimana Abi, mobilnya sudah bisa nyala lagi?” tanya wanita itu pada suaminya.“Belum tau Umi, belum Abi coba.”“Ya sudah dicoba dulu Abi, ini sudah malam, perjalanan kita masih jauh.”Suaminya segera menuju sisi pengemudi dan mencoba menstater mobilnya.Walau agak tersendat tapi akhirnya mobil itu dapat menyala kembali.“Apa tidak dilanjutkan besok pagi saja bapak dan ibu perjalanannya, Sambil mencoba mencari bengkel dan















