No info
Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Kain yang dipakainya berbeda dengan gambaran busana jawa yang sering ada di film atau di sinetron. Video bokep jepang “Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda dokar mendekat. Tempatnya dekat dengan perumahan penduduk tapi daerah itu sendiri cukup sepi. Sederhana sekali. Sentot menunduk tak berani sama sekali melihat wajahku. Dekat begini bau tubuhnya yang jarang mandi sangat tercium. jadi kuputuskan membuka bajuku dan bertelanjang bulat seperti mereka.Aku mendapat pancuran ketiga di sisi sebelah kanan. Tapi sudah lama dia masuk ke kesatuan pasukan, hanya saja otaknya agak kurang cerdas alias agak bodoh sehingga dia ditempatkan sebagai penjaga tahanan. Sejuk lebih tepatnya.“Dua ribu mas parkirnya sekalian…” ujar tukang parkir.Kuulurkan uang dua ribuan.Tempat pemandian itu sangat sederhana, hanya tembok segi empat dengan lubang berbentuk kotak sebagai pintu yang ditutup tirai seadanya. Lilitan kainnya lebih mirip gambaran di wayang dan tanpa celana dalam.Kontol Sentot tidak sunat. “Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda dokar mendekat. “Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda
















