Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost-kostan.“Ica, sudah malem nih, ayo aku anter balik” ajakku.“Oke dah Mas Dandy,” jawab Ica singkat sambil bangkit dari duduknya.Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.“Dan, minggu depan aku mau ke Surabaya,” kata Ica.“Oya, dalam rangka apa?” tanyaku.“Mau ketemu kamu, kamu ada waktu kan?” jawabnya tersenyum.Deg! jantungku terasa berhenti ketika Ica bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.“Ooo… Pasti bisalah, asal kamu kabarin sehari sebelum datang,” pintaku.“Oke deh, ntar aku hubungi kamu Mas” kata Ica.“Terus, kamu mau dateng sama Rida atau sendirian?” tanyaku.“Sendirilah Mas, masa iya sama temanku… Kan nggak romantis?” jelas Ica.Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Ica.“Selamat malam,” kataku.“Terima kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,” Ica mengingatkan.“Ok” jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih bertanya-tanya dengan ucapan Ica yang sedikit romantis. Bokepindonesia Ica sudah nggak tahan… Aku masukin ya?” tanya Ica sambil melepas penisku dari mulutnya.“Ica, Mas tidak mau, jika kamu masih virgin,” aku berusaha jelaskan masalah prinsipku tentang keperawanan seseorang.“Mas, Ica ingin banget… Ica sudah pernah lakukan kok sama pacarku” jelas Ica tidak mau kalah.“Kamu serius…?’” tanyaku bingung.“Percaya sama















