“Maksud kamu?”tanya Ananda lagi. Bokepindonesia “Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. “Kamu tahu khan, kalau di kampus banyak cowok yang menaksir kamu” terangku kemudian. “Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut Ananda mengatakan itu. “Dan dia ini Diet, mahasiswa pindahan dari Jakarta yang mengikuti orangtuanya karena pindah tugas” Jelas Dina kepadaku. “Tangan atau, kamu yang terpesona oleh kecantikannya” sindir Dina. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Ananda hanya tersenyum manis mendengar bisikanku, sambil meremas mesra tanganku. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. Boleh nggak kita gabung duduknya?” tanya Dina sambil tersenyum. “Pa, Ma, Ini teman Ananda yang pernah Ananda ceritakan sebelumnya” terang Ananda kemudian. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi.















