Aku juga jadi memikirkan masalah mualku ini. Bokep mom “please,,,”. “sip non, beres, non mau makan sekalian?”. “ok, gurlz nanti malem kita dugem ya”. Tiba-tiba kudengar suara. “nama gue Cuprit”. “yaa,, plzz dong,, kan sekalian mbah bisa ngentotin dek Vina setiap hari,,plzzz”. Aku jadi deg-degan karena aku penasaran dengan piaraan Mbah Centeng itu. “girlz, balik yuk capek nih gue”. “yaudah, sini gue bantuin”. “ok,,ok,,sip dah”, jawabku. Hantu Wawan menghilang dan berubah jadi asap sehingga kami tinggal berdua lagi di ruangan itu. Dia lumat bibirku dengan penuh bernafsu seolah dia tak mau melepaskan bibirku, lalu dia mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulutku dan menggerak-gerakkan lidahnya di dalam rongga mulutku, sementara itu tangannya mulai meremas-remas kedua buah payudaraku dengan gerakan memutar membuatku mendesah keenakan. “mbah bayar deh, 5 juta per minggu”. “emang gak ada cara lain, Mbah?”, tanyaku. “mbah bayar deh, 5 juta per minggu”. “oh ya, nama hantu yang ngikutin lo Wawan kan?. “…”, aku hanya diam. Aku keluar dari lift dan menuju food court dimana teman-temanku sudah menunggu. Scene III : Piaraan Mbah Centeng
Aku membuka mataku dan melihat Mbah Centeng yang masih dalam posisi tadi pagi yaitu sedang mengenyot puting kananku.










