“Saya banyak soft copy nya, kamu tak perlu cari cara buat ngelak deh…”, jelas Chandra semakin membuat aku kebingungan.“Saya beli saja semua copyan mu itu…”, tawarku mencoba membujuk Chandra. Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. Indonesia bokep ‘Sini donk’, isi sms itu. Aku tidak punya pilihan lain, aku coba melihat sekitar, kamar Chandra tertutup rapat.“Tenang aja, rahasia lu bakal gue jaga baik-baik…”, kata Chandra sambil membuka resleting celananya dan mengeluarkan penisnya. Aku putuskan untuk beristirahat, ketika Mas Wahyu pulang, entah apa harus aku menceritakannya atau merahasiakannya. Pikirku daripada Candra nekad mengupload video itu, lebih baik aku menurutinya saja. Baru saja beberapa lama aku mengenal Mas Wahyu yang tinggal satu kost di sini, aku sudah mendapatkan musibah. Dan tampak dia sudah tidak tahan, ia kemudian menjambak rambutku dan menarik kepalaku hingga mengentuhkan wajahku ke penisnya. Wajahnya aneh, berperawakan kurus kerempeng, dengan kacamata tebal, kulit putih dan rambutnya yang sedikit kribo, seperti seorang kutu buku. Aku merasa kotor, walaupun aku sudah memberikan tubuhku pada Mas Wahyu, namun aku tidak terima harus diperlakukan secara begini.“Jangan…”, aku mencoba mendorong Candra, karena ia sudah bosan mengoral vaginaku dengan jarinya setelah beberapa menit.















