“Udah deh Bu.. Bokep barat Cantik dan manis sekali. Seolah-seolah ia berkata, “Ampuni saya Bang, jangan apa-apakan saya!”. Tubuhnya pun ternyata ngga jelek-jelek amat.. Koq wajah kamu seperti sehabis melihat hantu?”, kata Ibu Mia. Gua jadi cekikikan sendiri.. Ini beneran. Sebentar lagi, pikir gua.. Sekarang pinggul gua udah sejajar dengan kepalanya..’sang adik’ yang terbangun tidak mungkin tersembunyi lagi. Saya tidak bermaksud untuk..”
“Saya ngga minta kamu minta maaf! Gua berusaha sesantai mungkin sambil meletakkan pakaian Ibu Mia di sofa.. Ibu Mia lalu mundur perlahan dan kembali duduk di atas sofa, kali ini beliau sengaja duduk di atas tumpukan baju yang gua taruh di sana sebelumnya.. Mgghh..”
Saking terangsangnya, gua secara naluriah memegangi kepala Ibu Mia dan meremas-meremas rambutnya dengan gemas.. Ngga repot apa? Padahal sih gua juga mau nanya seperti itu.. Wajahnya sangat manis dan agak kekanak-kekanakan, tetapi saat ini kepucatannya memendungi kecantikannya. Lagian buat beliau kenikmatan ini pasti cuman sepintas lalu. Senyum Ibu Mia semakin misterius. Begitu bersentuhan, Ibu Mia tampak menarik napas pendek lalu mendesah lembut. Kita masih separuh berpakaian seragam di toilet sekolah yang memang lagi sepi banget.










