“Erik marah..”, pikirku. Indonesia bokep Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. “Hmmphh..”Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. “Maria, kamu adalah milikku seorang.. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Erik bergeser ke sampingku. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. “Erriik..!! “Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.“Ohh..Eriik..” Aku mendengar desahan wanita itu.Aku melihatnya.















