Dengan hati hancur dan terhina Rustinah kemudian pulang kerumahnya, dengan langkahnya yang gontai dan lemas Rustinah terus berjalan menyusuri jalan desa yang sepi itu.Kemalangan mulai kembali mengintai Rustinah, ketika melewati sebuah warung kopi, beberapa pasang mata mengawasinya dengan tatapan penuh nafsu birahi. Bokepindonesia Kemarahan penduduk kampung sudah tidak dapat dibendung lagi, dan dengan berbondong bondong dan dengan membawa berbagai macam senjata mulai dari golok, parang, clurit, arit, bahkan cangkulpun mereka bawa.Penduduk kampung yang sudah tidak terkendali itu, sesampainya di rumah Juragan Sapto langsung merangsek masuk, dan para centeng yang mencoba mencegahpun dikeroyok, dan dihakimi oleh seluruh penduduk kampung. Juragan Sapto yang sudah tidak tahan kemudian menyingkap kain jarik Rustinah dan kemudian menurunkan celana dalamnya, dan kemudian menekan tubuh Rustinah telungkup diatas meja, lalu dengan kasar Juragan Sapto mulai mengarahkan batang kontolnya kearah vagina Rustinah. Walaupun tahu kebiasaan suaminya yang doyan main perempuan, tetapi Den Ayu Retno tetap setia dan tidak mempermasalahkannya.Hingga pada suatu hari ketika sedang berkeliling pabrik batiknya Juragan Sapto, dengan matanya yang selalu jelalatan itu, kemudian tanpa sengaja melihat seorang pegawai wanitanya yang baru dilihatnya. Dengan hati hancur dan terhina Rustinah kemudian pulang kerumahnya, dengan langkahnya yang gontai dan lemas Rustinah terus berjalan menyusuri jalan desa yang sepi















