Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Bokep barat Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Selera makanku mendadak punah. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku















