Kepalanya naik turun di pangkuanku. Kondisi jalan yang penuh tikungan dan tanjakan sementara konsentrasi tak penuh.Hari mulai gelap, aku belum menemukan solusi masalahku, di mana aku akan menggumuli Sari? Bokep china “Mau ngapain?”. Matakupun jelalatan memperhatikan sekeliling. Seorang sudah berkeluarga, satu lagi single, 22 tahun, lumayan cantik, putih dan mulus, mungil, sebut saja Sari namanya.Awalnya, aku tak ada niat “mengganggu” Sari, aku ke toko ini karena memang butuh makanan kecil dan rokok. “Di sini aman, deh Sar..”. Sementara rasa nikmat menyelimuti bawah badanku, deg-degan juga dengan kondisi yang “aneh” ini. Sayang sekali, sampai Sari pindah kerja aku tak berhasil menidurinya.Tapi kemarin, setelah hampir 2 tahun, aku ketemu Sari di BIP berdua dengan teman cewek. Sari bukannya mempercepat, malah melepas. Sari mempercepat lagi, sampai bunyi. “Dengan senang hati”. Hal ini sangat kuhindari. Puting yang hampir tak terasa, karena kecil. Iseng mengantre, kuambil tangan Sari ke penisku yang masih belum “kusimpan”, Sari menggosoknya.















