Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
“Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Masih ada waktu bebas 3 jam. Bokep china Ke bawah lagi: Turun. Aq tdk dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Hidungnya tdk mancung tetapi juga tdk pesek. Atau apalah? Bicara apa? Inilah kesempatan itu. Bau tubuhnya tercium. Hah..? Lalu memeknya, basah sekali. Aq hanya main dengan tangan. Kadang-kadang ketimun. Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.“Ya sekarang Sayang..!” katanya.“Halo..?” katanya sedikit terengah. Sebantar lagi Mbak Ita yg punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aq langsung beres-beres dan pulang. Pletak, pletok, sepatunya berbunyi memecah sunyi. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat. Ia menurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Tapi ia dingin sekali. Auhh aq mau keluar ah.., Yg tolloong..!” dia mendesah keras.Lalu ia bangkit dan pergi secepatnya.“Yg.., cepat-cepat berkemas.















