dan setiap kali jarinya menyentuh kulit kepala kontolku, setiap kali itu aku merasa tersetrum oleh rasa geli-geli yang aneh..“Hhh..,” aku sampai mendesah kenikmatan, “Cie, ‘maen’ yuk?”
Dia menatapku geli.. Bokep Rusia wajahku kini terbenam di antara belahan buah dadanya.. Oh, bukan sama Tante Vi tadi.. Cie Sian cuman tersenyum aja aku bilang gitu..Cuma gara-gara naik bis itu, Tante Vi, sekretaris Mama khusus buat di rumah dan gara-gara kekhususannya itu kami suka ejek dia butler alias “kepala pelayan” hehehe- jadi sedikit sewot. Lalu ia menarik sesuatu di belakang rok mininya sehingga terjatuh ia menutupi jemari-jemari kakinya menampakkan celana dalam coklat muda yang tadi ia katakan..Sampai di sini, aku tidak kuat duduk.. wajar dong kalo aku saat itu kagum berat..)
“Iya, dong.. Ia lalu mengambil posisi berlutut, kedua lututnya tertekuk di atas kasur dan pinggulnya menindihku.. hmm.. Waah, pasti di antara kakinya itu ada..“Kamu boleh liat badan Ciecie semuanya, Say..” katanya memutus lamunanku, “Ciecie sayang sama kamu, abis kamu imut sih..”
“Ciecie emang butuhnya berapa duit?” aku memberanikan diri bertanya.















