Jalan ke Mall xxxx dari rumah Agus melewati tempat tinggal pamanku itu, jadi janjinya aku disuruh menunggu di warung pinggir jalan seperti biasa. Bokep china Ayo sini tante pijit,” katanya sambil memberi isyarat agar aku duduk di sofa di sebelahnya. Tiba-tiba, dia memutar badannya. Nampak dia menggeleng sambil memandangku. Tante mau mijitin kalau memang kamu pegel-pegel. Janji?”“He-em,” aku menganggukkan kepala.“Ingat, kalau kamu tepat janji, tante juga tepat janji. Kalau nggak begitu, nggak tahu lah tante. Tante mau mijitin kalau memang kamu pegel-pegel. Ya sudah kalau begitu, lain waktu saja saya ke sini lagi,” jawabku sambil mau pergi.“Lho, nggak mampir dulu mas Didik. Lebih terkejut lagi saat tahu itu mobil itu mobil papanya Agus. Soalnya om-mu itu kan jarang sekali libur. (Lain waktu, kalau sempat saya ceritakan petualangan saya tersebut).Begitulah kisah awalku dengan Tante Ani, yang akhirnya merubah secara drastis perjalanan hidupku ke depannya. Tante Ani menarik tubuhku menempel ketat ke dadanya, saat aku mencapai puncak.Setelah sama-sama mencapai puncak kenikmatan, aku dan Tante Ani terus ngobrol sambil tetap berpelukan yang diselingi dengan ciuman.















