Ternyata masih ada yang kerja sampai malam, tapi dia bukan orang yang Umi jadikan sasaran. Bokep Arab Maaf… maaf pak… maaf… nggak sengaja… maaf…” Umi belingsatan berusaha memohon maaf, sementara Pak Ramses sudah bergerak ke arah belakang meja.“Cleaning service goblok!” hardik Pak Ramses. Bibir Umi masih terlihat merah menyala, karena lipstik yang baru dipoleskannya tadi. Kalau kau gigit, kusodok pantatmu dengan gagang sapu itu.”Umi mematuhi kata-kata Pak Ramses dan sambil berusaha menahan keinginan untuk muntah, memasukkan penis Pak Ramses ke dalam mulutnya. Di atas meja ada komputer yang masih menyala. Umi malas menanggapi Karman, dan kembali ke kesibukannya memoleskan lipstik ke bibirnya.“Heh!” terdengar dampratan bernada sewot dari sebelah mereka berdua. Kamu tadi juga mau sendiri, kan! Gak pake otak!”“Ampun Pak… ampun… sumpah saya nggak sengaja… bukan maksud saya ngerusak kerjaan Bapak… maaf…” Umi hampir menangis karena ketakutan dan panik.“Maaf, maaf? Yang kalau kerja kebanyakan gaya sampai suka halangi orang jalan itu? Hm, tapi di gedung sebelah mungkin ada orang tuh. Tiba-tiba Pak Ramses menarik Umi, memaksa Umi membungkuk sehingga tubuh atasnya telungkup di meja, kemudian memelorotkan celana panjang Umi.“Ampun Pak… Jangan Pak…” Umi takut sekali membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya, dia tak menyangka Pak Ramses akan setega itu…tapi hal yang















