“Kalau Bapak tak percaya ya sudah, sekarang aku dihukum apapun akan aku lakukan, yang penting aku sampai di Jakarta.”
“Bagus, itu jawaban yang aku tunggu-tunggu..” ujar lelaki berseragam putih-putih itu. aahh..” desisku, padahal zakar itu baru masuk tiga perempatnya. Bokep jepang aahh..” hanya desahan panjang yang dapat kuekspresikan bahwa diriku berada dalam libido yang betul-betul mengasyikan. “Wah, betapa wanginya tuh kamar mandi,” gumamku nyaris tak terdengar. “Bles.. sebentar.. Aku ingin seperti Mona, toh dia juga hanya tamatan SMA. “Aku kehilangan tas, tiket dan uangku ada di situ..” jawabku dengan sedih. selamat tinggal Ciremai…. minuman apa ini.” Ternyata label minuman ini tertulis huruf-huruf yang aku tak paham, mungkin aksara China, mungkin Jepang mungkin juga Korea. Kalau dia bisa kenapa aku tidak? Hasilnya nihil, tak satupun perusahaan yang menerima lamaranku. Kubuka kulkas dan kuraih botol kecil seperti yang diminum Kapten Jonny. aku tak pernah merasakan betapa enaknya.. “Sekarang kamu mandi, biar tidak bau, tuh handuknya dan di sana kamar mandinya..” sambil menunjuk ke arah kiri.















